Indonesia

Film ini adalah pandangan saya terhadap konflik di negara tercinta. Konflik antar elemen masyarakat, bagaimana media elektronik mengarahkan opini publik dan apa yang mungkin terjadi kalau ini terus berlangsung. Film ini adalah bentuk kecintaan saya terhadap tanah air sekaligus bentuk paranoia saya seandainya negara saya ini runtuh. Film ini tentang Indonesia.

Sebagai karya film/video art pertama saya, tentu “Indonesia” menjadi sesuatu yang bersejarah. Ini pertama kalinya saya menjadi sutradara, ini pertama kalinya saya menjadi aktor dan ini pertama kalinya cita-cita saya membuat soundtrack untuk film tercapai. Semua menjadi tambah istimewa karena saya berekspiremen dengan menggunakan 3 layar untuk memproyeksikan film ini. Nampak menarik, karena dengan 3 layar ini saya bisa berimprovisasi dengan semua cuplikan video yang saya rekam. Musiknya juga merupakan musik yang saya dengar secara intensif selama beberapa bulan belakangan, drone metal. Pengaruh dari Sunn O))) dan Earth benar-benar saya tumpahkan di sini, dan tentu tidak lupa, mistisme gamelan sebagai diferensiasi dari musik sejenis.

Hasilnya, bisa teman-teman nikmati sendiri di sini. Saran saya, silahkan interpretasikan sendiri apa yang teman-teman lihat, sebagaimana saya berimprovisasi dalam membuat, teman-teman juga bebas berimprovisasi sebagai pemirsa. Yang jelas, film ini penuh dengan simbol-simbol sehingga mungkin perlu beberapa kali melihat. Oh ya, kencangkan volume speaker komputer Anda, karena film ini lebih baik dinikmati dalam volume maksimum.

Selamat menyaksikan.

Indonesia from Adityo Pratomo on Vimeo.

Indonesia from Adityo Pratomo on Vimeo.

6 Comments

  1. Keren!

    Tiga layar dengan posisi horisontal membuat tampilannya cukup kecil. Berpikir jika dibuat dengan versi vertikal/tegak, memanfaatkan semua lebar layar utama secara maksimal mungkin akan memberikan hasil yang berbeda.

    Tetapi terlepas dari itu, visualisasinya sangat keren dan dalam.

    Salam!
    Benx

    Reply

    1. Ahaha, terima kasih sudah menonton 🙂

      Well, sebenarnya itu masalah resolusi, berhubung akan dipamerkan dengan menggunakan 3 proyektor yang resolusinya 1024×768, jadinya ya nampak terpotong gitu. Kalau aslinya sih ketika ditampilkan di proyektor, jadinya layarnya penuh 🙂

      Sekali lagi terima kasih banyak sudah menonton dan sudi memberi kritik. Salam kenal 😀

      didit

      Reply

Leave a Reply