Mengenal Arduino untuk Pemula

Arduino adalah sebuah platform elektronik yang sangat ramah bagi pemula. Pada intinya, ia adalah sebuah mikrokontroler yang menjembatani berbagai jenis komponen input (sensor) dan output (aktuator). Ia bahkan bisa berinteraksi dengan komputer, memberikan peluang untuk membuat input device di luar mouse atau keyboard. Dengan atau tanpa komputer, keberadaan Arduino telah memungkinkan banyak orang di dunia (termasuk saya) untuk membuat perangkat interaktifnya sendiri. Diagram di bawah ini, menunjukkan bagaimana posisi Arduino sebagai otak dari sebuah perangkat

Arduino

Kali ini, saya akan memberikan sedikit pengantar bagaimana menggunakan Arduino untuk pertama kalinya. Percayalah, ini akan mudah, meskipun Anda bukan orang teknik. Saya akan menunjukkan bagaimana input dan output ditangani oleh Arduino.

Komponen-Komponen yang dibutuhkan
1. Arduino (jenis apapun)
2. LED
3. Button (tombol)
4. Resistor 220 Ohm
5. Resistor 10k Ohm
6. Breadboard
7. Kabel jumper

Kita akan membuat rangkaian menggunakan tombol dan LED. Setiap kali tombol dinyalakan, maka LED akan menyala. Untuk mempercepat pembuatan, maka kita akan menggunakan breadboard sebagai tempat membuat rangkaian. Dengan ini, maka kita tidak perlu menyolder.

Pertama-tama, marilah kita buat rangkaian elektronik kita sebagai berikut:

Arduino-Button-and-LED_bb

Di sini kita menggunakan resistor 10k yang terhubung dengan tombol sebagai pull down resistor. Tujuannya untuk menjaga agar logika rangkaian tetap berada dalam kondisi LOW, sehingga lampu akan mati ketika tombol tidak ditekan. Resitor kedua, sebesar 220 Ohm, berfungsi untuk menjaga agar arus listrik yang melewati LED tidak berlebihan. Ini perlu diatur juga, karena arus berlebih bisa menyebabkan komponen dalam rangkaian (termasuk Arduino) rusak. Jangan sampai terbalik juga dalam memasang LED. Ingat, kaki yang pendek, adalah sumbu negatif dan ini dihubungkan dengan pin ground (GND) pada Arduino.

Secara teknis fisik rangkaian, itu saja yang perlu diperhatikan. Sekarang, mari kita simak kodenya.

// set pin nomor 2 sebagai pin button dan pin 13 sebagai pin untuk LED
const int buttonPin = 2;
const int ledPin = 13;

// membuat variabel untuk menyimpan status tombol
int buttonState = LOW;

void setup() {
    // pin ledPin dibuat sebagai output
    pinMode(ledPin, OUTPUT);
    // pin button dibuat sebagai input
    pinMode(buttonPin, INPUT);
}

void loop(){
    // baca status dari pin button
    buttonState = digitalRead(buttonPin);

    // periksa apakah button sedang ditekan
    // jika iya, maka
    if (buttonState == HIGH) {
        // LED menyala
        digitalWrite(ledPin, HIGH);
    }
    else {
        // LED mati
        digitalWrite(ledPin, LOW);
    }
}

Sebelumnya, silakan buka program IDE Arduino yang bisa didownload di situs Arduino. Pilih sesuai sistem operasi Anda, dan ikuti instruksi instalasinya. Jika sudah sukses, maka kita bisa mengetik kode di atas, di IDE Arduino ini.

Untuk mengupload kode ini, silakan pilih jenis Arduino yang Anda gunakan, beserta serial portnya. Ini untuk membuat IDE Arduino mengcompile dan mengupload kode ke board yang sesuai melalui port yang benar pula.

Setelah selesai upload, maka voila! Arduino Anda berjalan. Selamat, ini adalah program pertama Arduino yang Anda buat. Tertarik untuk terus mengoprek? Saya akan kembali dengan tutorial santai di lain kesempatan.

Happy hacking 🙂

5 Comments

    1. Nggak juga. Pada prinsipnya sih asal pinnya disambung dg benar sih nggak masalah, negatif ke ground, positif ke vcc. Cek aja datasheet si buttonnya

      Reply

Leave a Reply