Belilah Konsol Game, demi Produktivitas

Game dan produktivitas mungkin nampak seperti dua hal yang kontradiktif (kecuali jika kamu memang gamer profesional). Tapi setelah beberapa bulan memasukkan PS4 sebagai anggota baru di rumah kami, saya merasakan peningkatan produktivitas yang cukup tinggi. Sebabnya 1 hal fundamental: sekarang waktu bermain game saya jadi cukup terkontrol dan bisa dilihat oleh semua anggota keluarga.

Sebelum memecahkan tabungan untuk membeli konsol - hanya demi meningkatkan skill Street Fighter V - saya banyak bermain game di mobile phone saya. Kadang-kadang banget, di laptop, tapi laptop saya pun speknya kurang tinggi, dan sejujurnya saya kurang tahan dengan bunyi kipasnya. Sehingga, memang mayoritas game saya mainkan di ponsel, dan itu curi-curi waktu bekerja, saat memang sedang butuh hiburan singkat.

Jeleknya, apapun game mobile yang saya mainkan, biasanya berujung pada perpanjangan durasi main, lebih lama dari yang direncanakan sebelumnya. Game yang mungkin 1 sesinya hanya 5-10 menit, kemudian berujung jadi 1 jam, karena sesinya berkali-kali. Dan game ini bisa saya mainkan di mana saja, termasuk juga di kamar kerja pribadi, tempat yang sebenarnya sakral, karena saya niatkan di situ hanya bekerja.

Akhirnya, dengan adanya konsol di rumah (btw, ini konsol pertama yang saya beli dalam dekade ini, konsol terakhir yang saya beli adalah Nintendo DS, tahun 2009), memisahkan tempat dan waktu untuk bermain dan bekerja jadi jauh lebih mudah. Kerja ya di kamar kerja, saat jam produktif, main game ya di ruang depan, saat senggang atau ketika istri dan anak-anak sedang tidur (maklum, game yang saya mainkan ratingnya 13+ atau 17+, anak saya nggak boleh lihat).

Oh, satu faktor lagi, karena harga game di PS4 mahal, saya jadi berpikir berkali-kali untuk membeli, kalau bisa beli yang terbaik dan memang masuk selera. Sehingga, setiap sesi bermain bisa lebih bermakna, tidak perlu lama-lama, asalkan cukup memuaskan dahaga. Ini juga ternyata sangat membantu untuk bisa kembali bekerja dengan lebih segar.

Prev: Mawas Diri di Masa Kampanye Pemilu